Play Streaming Now!!
hot news

Cara Aman Melihat Gerhana Bulan

Posted : Selasa, 30 Januari 2018 20:58 /     /   no komentar

SoloposFm – Tanggal 31 januari 2018 akan ada gerhana bulan yang sangat cantik di langit Indonesia. Fenomena ini sangat jarang terjadi, jangan sampai anda melewatkan momen spesial ini.

Melihat gerhana bulan sangatlah mudah karena sangat beda dengan gerhana matahari yang katanya bisa merusak mata jika dilihat langsung.

Kalau gerhana bulan anda tidak perlu alat khusus untuk melihatnya karena sinar yang dipancarkan gerhana bulan ini tidak menyilaukan dan tidak membuat mata kita menjadi sakit maupun terinfeksi.

Gerhana bulan terjadi karena adanya kesejajaran antara, matahari, bulan, dan bumi menjadi 1 garis lurus. Gerhana bulan sendiri ada bermacam-macam jenis yaitu gerhana parsial, gerhana penumbra, dan gerhana total. Semua jenis gerhana ini semuanya aman.

Gerhana bulan ini sangat istimewa, karena fullmoonsupermoon, daneclips terjadi secara bersama-sama. Memang jarang sekali terjadi, terkahir 152 tahun yang lalu. Simak beberapa tips untuk melihat gerhana bulan dengan aman, dihimpun soloposm.com dari berbagai sumber.

  1. Cara Melihat Gerhana di Perkotaan
    Sebenarnya di kota dan di desa sama-sama ada bulannya karena langit kita hanya 1 yang luas dan  bisa dipandang seluruh manusia yang ada di bumi.

Namun karena banyaknya gedung bertingkat dan gedung besar di perkotaan, apalagi di kota – kota besar seperti Jakarta dan Surabaya. Pastinya sangat sulit untuk menatap ke langit langsung.

Seperti pengalaman saya tahun baru kemaren yang lagi merayakan di rumah. Di dekat saya ada yang membunyikan kembang api, sayang seribu sayang saya tidak bisa melihatnya karena rumah saya diapit oleh apartemen di sebelah kiri dan kanan ditutupi bangunan rumah besar.

Jadi mau gak mau saya harus keluar dulu dan mencari lokasi yang pas agar kembang apinya bisa terlihat dengan jelas. Jika anda seperti saya, anda perlu trick agar bisa melihat bulan di langit.

Setidaknya anda harus ke tempat yang tidak terhalang pemandangan ke langit. Pilihlah tempat paling atas seperti di puncak sebuah gedung agar pemandangan dari langit bisa dilihat dengan jelas.

Anda bisa juga ke daerah yang bangunan – bangunannya agak rendah, jadi anda bisa melihat jelas ke atas langit. Misalnya di tepi pelabuhan kota, di tepi jembatan Suramadu, atau di lapangan sekitar anda.

  1. Cara Melihat Gerhana di Pedesaan
    Di desa sepertinya anda lebih mudah melihat bulan karena disana cenderung sepi akan keramaian dan gedung tinggi. Anda bisa lebih leluasa dan nyaman melihat gerhana bulan di desa.

Apalagi kalau halaman anda luas, anda bisa sekalian camping di depan rumah, membakar jagung, minum kopi dan duduk-duduk manis sambil menunggu waktu gerhana tiba.

Tapi ingat ya iters jangan sampai keluar sendirian kalau malam-malam, apalagi di desa karena tempatnya sepi dan berbahaya. Gimana kalau tiba-tiba ada yang mau begal atau menculik anda ketika anda lagi asyik-asyik sendiri melihat bulan.

Maka dari itu, anda lebih baik ajak teman, keluarga, sahabat atau orang tua ketika melihat bulan. Hindari juga daerah rawan bahaya di desa. Inget keselamatan itu penting guys.

  1. Perkirakan Cuaca Saat Malam Tiba

Gerhana bisa dilihat ketika langit sedang terang, tidak berawan dan tidak hujan. Jadi memperkirakan cuaca saat malam datangnya gerhana bulan total sangatlah penting.

Sebelum melakukan perjalanan dan tempat melakukan pengamatan bulan, anda harus tahu bahwa daerah tersebut akan cerah walaupun malam hari. Anda juga bisa cek cuaca di televisi, ataupun di koran sebelum berangkat.

Saya aja dulu pernah ke pegunungan dan ingin melihat sunrise. Namun karena cuaca mendung sayapun terdiam kecewa. Gimana gak sudah jauh-jauh ke gunung eh keinginan gak tercapai. Hmm.

Jangan sampai anda juga begitu. Sudah repot – repot beli teropong mahal dan kamera DLSR ternyata anda tidak bisa mengambil pemotretan momen gerhana tersebut hanya karena faktor cuaca buruk!

4. Ketahui Jelas Letak Bulan Berada
Gerhana Bulan total yang terjadi pada 31 Januari 2018, dimulai dari arah timur (arah matahari terbit). Tapi ingat bahwa Bumi ini selalu berotasi, sehingga Bulan tidak akan diam saja di langit timur, melainkan bergerak semu ke barat.

5. Melihat Gerhana Bulan Lebih Indah dengan Teropong
Teropong sangat bermanfaat jika anda sangat penasaran dengan struktur asli permukaan Bulan, seperti kawah atau mare, dan perubahan – perubahan cahaya bulan selama gerhana terjadi.

Dengan teropong, Anda dapat melihat dengan jelas dan mudah perubahan warna pada permukaan bulan saat bayangan bumi bergerak melewatinya.

Alat kedua untuk melihat gerhana bulan ialah teleskop. Alat ini sangat direkomendasikan lagi jika anda ingin melihat permukaan bulan yang sebenarnya. Kejelasan dan kedetailan pengambilan gambar pada teleskop lebih bagus daripada teropong.

6. Membawa Kamera Untuk Penangkapan Momen Gerhana 
Momen indah ini bisa disimpan dalam memori seseorang jika memang anda tidak bisa memotretnya. Anda juga bisa menciptakan momen special seperti melamar seseorang ketika gerhana bulan muncul, jadi saya pastikan anda akan mengingatnya selama seumur hidup anda.

Selain memori dalam otak manusia. Kita juga bisa memotretnya dengan kamera hape biasa asal anda harus tahu teknik dan tricknya dulu. Nanti setelah ini saya akan membahasnya juga.

Anda juga bisa memotret pakai timelapse. Jadi secara berkala bulan dipotret dan bisa kelihatan proses terjadinya gerhana. Mulai tahap awal sampai akhir gerhana. Selain itu anda juga bisa merekamnya dengan video kamera.

Lebih kerennya lagi anda dapat menghubungkan kamera anda ke teleskop untuk mendapatkan foto Bulan saat gerhana terjadi. Memotretnya dengan teleskop akan memberi gambaran berbeda dibandingkan langsung menfotonya langsung dengan kamera.

7. Booking Tempat Mulai Dari Sekarang.
Selamat untuk warga Jakarta karena ada dua tempat yang khusus mengadakan kegiatan peneropongan umum pada hari Rabu, 31 Januari 2018 untuk melihat gerhana bulan total.

Tempat pertama  di Planetarium Jakarta  yang beralamat di Plaza Teater Jakarta, Taman Ismail Marzuki Jalan Cikini Raya nomor 73, Menteng, Jakarta Pusat dan di kantor Pusat Sains Antariksa LAPAN, Jalan Dr. Djundjunan No.133 Bandung.

Dikutip dari laman resmi Planetarium Jakarta, pendaftaran akan dibuka resmi pada hari Rabu, 24 Januari 2018 dan pada jam 09.00 WIB hingga hari Rabu, 31 Januari 2018 pukul 09.00 WIB.

Pendaftaran tersebut berguna bagi ketersediaan tempat peneropongan yang terbatas sehingga pengunjung yang sudah mendaftar akan diutamakan.

8. Perkirakan Waktu Yang Tepat
Gerhana bulan total mempunyai durasi totalitas1 jam 16 menit. Secara detail waktunya, yakni sekitar jam 18.48 WIB Anda bisa melihat proses gerhana bulan sebagian atau bisa dikatakan waktu antara maghrib dan isya.

Lalu gerhana dimulai sekitar jam 19.51 WIB mulai gerhana bulan total dan berakhir sekitar jam 21.07 WIB. Kemudian pada jam 22.11 WIB Anda bisa menyaksikan akhir gerhana bulan sebagian.

[Meissy Intan Permatasari]