Play Streaming Now!!
hot news

Punya Atasan Menyebalkan? Ini Cara Mengatasinya

Posted : Rabu, 27 September 2017 10:36 /     /   no komentar

SoloposFM-Bekerja di kantor dan mempunyai atasan yang kurang menyenangkan menjadi tantangan tersendiri. Anda dituntut untuk lebih banyak mengikuti arahannya sebagai pihak yang lebih berkuasa. Tak jarang Anda bisa mengalami saat-saat yang tidak menyenangkan karena perilaku dan sikap buruk dari atasan Anda. Hal tersebut bisa membuat Anda menjadi kurang bersemangat untuk bekerja hingga akhirnya menurunkan produktivitas kerja Anda. Berikut tips mengatasi atasan yang menyebalkan, seperti yang dikutip dari berbagai sumber (27/9/2017):

Ambil Sisi Positif

Walau suasana kantor akan terasa seperti “neraka” akibat sifat si Bos yang menyebalkan, di sisi lain bisa melatih Anda untuk belajar agar bekerja dengan perfectdan cepat di bawah tekanan, lebih sabar, dan lebih tenang dalam menghadapi berbagai masalah. Kualitas ini akan sangat membantu Anda dalam berkarier seAndainya Anda pindah ke tempat kerja lain.

Jangan Terbawa Emosi

Sebagai profesional di tempat kerja, tentu sudah menjadi kewajiban Anda untuk menghormati atasan. Namun selalu ingat ketika atasan Anda melewati batasan-batasan yang disepakati sejak awal bekerja, Anda bisa menyuarakan protes dengan sopan. Jelaskan dengan kepala dingin bahwa tindakan yang dilakukannya sudah melanggar ketentuan kontrak yang disetujui sejak awal.

Tetap Menjadi Profesional

Sangat tidak baik ketika Anda merasa kesal dengan tindakan sang bos dan mengumbarnya ke semua orang. Apa yang terjadi di dalam kantor, biarkan tetap berada di dalam kantor. Jika Anda memang ingin curhat, sebaiknya ceritakan kepada orang terdekat seperti keluarga atau sahabat yang tidak akan membocorkan rahasia perusahaan tersebut.

Disiplin dan fleksibel

Anda harus jadi seseorang yang fleksibel, kompeten, dan disiplin sambil terus menjaga komunikasi yang baik dengan si bos. Tipe bos yang satu ini cenderung tertarik pada mereka yang bisa menyelesaikan tugas sesuai dengan keinginannya. Jadi, rajin-rajinlah bertanya padanya apa yang dia mau. Akan tetapi, di satu sisi Anda juga harus belajar untuk merasa puas tanpa harus mendapat pujian dari bos.

(Erlin Setyawati)