Play Streaming Now!!
hot news

Ingin Tahu Tradisi Malam Satu Suro?  Ini Dia

Posted : Jumat, 22 September 2017 15:39 /     /   no komentar

SoloposFM-Satu suro adalah hari pertama dalam kalender Jawa yang bertempatan dengan 1 Muharram dalam kalender hijriyah. Malam pergantian tahun baru Jawa tidak dirayakan semeriah tahun baru masehi, namun dalam perayaan tahun baru Jawa tersebut lebih ditegaskan pada unsur tradisi dan spiritual. Sebab bagi orang Jawa malam satu suro adalah malam keramat.

Bagi umat Islam yang ada di Jawa, bulan suro tersebut dinamakan dengan Muharram atau bulan haram. Pada bulan tersebut umat Islam di larang keras melakukan berbagai tindakan seperti pembunuhan dan lain sebagainya. Biasanya perayaan malam satu suro tersebut juga memiliki tradisi-tradisi yang masih rutin dijalankan.

Berikut ini beberapa tradisi malam satu suro yang masih rutin dijalankan, yang dari berbagai sumber (22/9/2017):

2209 utama malam satu suro

Kirab Kebo Bule

Kirab Kebo Bule adalah tradisi yang dilakukan Keraton Kasunanan Surakarta. Dimana ada sekawanan kerbau (kebo) yang dipercaya keramat, yaitu Kebo Bule Kyai Slamet. Bukan sembarang kerbau, karena hewan ini termasuk pusaka penting milik keraton. Dalam buku Babad Solo karya Raden Mas (RM) Said, leluhur kebo bule adalah hewan klangenan atau kesayangan Paku Buwono II. Kirab itu sendiri berlangsung tengah malam dan tergantung kemauan dari kebo kiai Slamet.

Hal yang menarik dari tradisi ini adalah ketika orang orang berjalan mengikuti kirab, dengan saling berebut berusaha menyentuh atau menjamah tubuh kebo bule. Tidak cukup menyentuh tubuh kebo, orang-orang tersebut terus berjalan di belakang kerbau, dan menunggu sekawanan kebo bule buang kotoran. Begitu kotoran jatuh ke jalan, orang-orang pun saling berebut untuk mendapatkannya. Hal tersebut bisa diartikan sebagai ngalap berkah atau mencari berkah dari Kiai Slamet.

2209 tapa bisu

Tapa Bisu

Tapa Bisu (mengunci mulut) yaitu tidak mengeluarkan kata-kata selama ritual berlangsung. Hal tersebut dapat dimaknai sebagai upacara untuk mawas diri, berkaca pada diri sendiri atas apa yang dilakoninya selama setahun penuh dan menghadapi tahun baru berikutnya di esok harinya.

Tradisi Tapa bisu tersebut juga di lakukan di Kota Jogja, untuk memohon perlindungan dan keselamatan kapada Allah SWT dengan harapan diberikan yang terbaik untuk Kota Jogja.

2209 Kungkum

Kungkum

Kungkum adalah berendam di sungai besar, sendang atau sumber mata air tertentu, Yang paling mudah ditemui di Jawa khususnya di seputaran Yogyakarta adalah Tirakatan (tidak tidur semalam suntuk) dengan tuguran (perenungan diri sambil berdoa) dan Pagelaran Wayang Kulit.

2209 ruwatan cerita Murwakala.

Tradisi “upacara/ritual ruwatan”

Ritual ruwatan adalah tradisi yang hingga kini masih dipergunakan orang jawa, sebagai sarana pembebasan dan penyucian manusia atas dosa atau kesalahannya yang berdampak kesialan di dalam hidupnya. Dalam cerita wayang dengan lakon Murwakala pada tradisi ruwatan di Jawa (Jawa Tengah) awalnya diperkirakan berkembang di dalam cerita jawa kuno, yang isi pokoknya memuat masalah penyucian, yaitu pembebasan dewa yang telah ternoda, agar menjadi suci kembali atau meruwat. Meruwat juga memiliki arti untuk mengatasi atau menghindari sesuatu kesusahan batin dengan cara mengadakan pertunjukan atau ritual dengan media wayang kulit yang mengambil tema atau cerita Murwakala.

2209 Ngumbah Keris

Ngumbah Keris

Ngumbah Keris adalah tradisi mencuci atau membersihkan keris pusaka bagi orang yang memilikinya. Dalam tradisi masyarakat Jawa, ngumbah keris menjadi sesuatu kegiatan spiritual yang cukup sakral dan dilakukan hanya waktu tertentu. Sudah menjadi kebiasaan saat mencuci pusaka hanya dilakukan sekali dalam satu tahun yakni pada bulan Suro. Oleh karena itu, ngumbah keris mempunyai makna dan tujuan luhur, kegiatan ini termasuk dalam kegiatan ritual budaya yang dinilai sakral.

2209 (tidak tidur semalam suntuk)

Lek-Lekan (tidak tidur semalam suntuk)

Lek-lekan adalah tradisi yang biasanya dilakukan oleh warga warga di kampung. Biasanya para warga di kampung tersebut sudah menyiapkan acara masing-masing. Ada yang sekadar berkumpul dan lek-lekan di pos ronda, mengobrol di depan rumah atau makan-makan di gang dan lain sebagainya.

2209 Ritual Tirakatan

Ritual Tirakatan

Ritual Tirakatan berasal dari kata Thoriqot atau Jalan, maknanya adalah semua orang berusaha mencari jalan agar dekat dengan Allah. Dengan melakukan ritual ini tanpa disadari ternyata kegiatan tirakatan ini juga telah meningkatkan kemampuan ketingkat yang lebih tinggi lagi, berupa keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT, maupun kemampuan fisik dan pengolahan batin semua orang untuk menghadapi berbagai cobaan dan tantangan yang akan dihadapi.

[Lintain Mustika]