Play Streaming Now!!
hot news
ringgo

Fakta-Fakta si Penghina Presiden yang Diciduk di Medan

Posted : Selasa, 22 Agustus 2017 14:53 /     /   no komentar

SoloposFM–Seorang pengguna facebook (FB) yang melakukan penghinaan terhadap Presiden Joko Widodo dan Kapolri Jenderal Tito Karnavian akhirnya ditangkap pihak kepolisian. Pelaku dengan nama akun Ringgo Abdullah itu dijerat dengan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Beberapa postingan Farhan diketahui menghina Jokowi dan menantang Tito.

Pelaku yang bernama asli Muhammad Farhan Balatif (18) itu dilaporkan oleh Brigadir Ricky Swanda dalam laporan bernomor LP/444/VII/2017/Reskrim tertanggal 16 Juli 2017 di Polrestabes Medan. Berikut fakta-fakta tentang Farhan yang dirangkum dari berbagai sumber:

  1. Farhan ditangkap di Medan dan langsung ditahan di Mapolrestabes. Polisi masih memeriksa intensif pelajar SMK itu.
  2. Farhan merupakan pelajar SMK Informatika yang berstatus putus sekolah. Kini dia ditetapkan sebagai tersangka kasus penghinaan terhadap Presiden Joko Widodo.
  3. Meski putus sekolah, warga Medan, ini pasif menggunakan dua bahasa asing, yaitu Inggris dan Prancis.
  4. Dalam sebuah wawancara Farhan mengaku keputusannya menyebarkan meme penghinaan terhadap Presiden dan Kapolri adalah rasa kecewa terhadap pemerintah. “Kemauan saya sendiri. Kinerja polisi sangat lambat, banyak pungli, kebijakan Jokowi juga, banyak utang dan lapangan pekerjaan enggak ada. Saya kecewa dan timbul niat buat ini,” ungkap Farhan.
  5. Farhan mahir mengoperasikan komputer beserta jaringan internet, bahkan dia berhasil membuka kembali akun Facebook palsu atas nama Ringgo Abdillah yang sempat diblokir Kemenkominfo.
  6. Saat ditangkap, polisi juga menyita sejumlah barang bukti dari Farhan, yakni 2 unit laptop untuk mengedit gambar Presiden dan Kapolri, 1 buah flashdisk yang berisi gambar Jokowi yang telah diedit, 3 unit handphone, dan 2 unit router.
  7. Atas kasus penghinaan terhadap Presiden Jokowi dan Kapolri, Farhan dijerat pasal berlapis, yaitu Pasal 46 jo Pasal 30 Subsider Pasal 45B Ayat (2) KUHP, dengan ancaman tujuh tahun penjara. Kemudian Pasal 335 Ayat (1) jo Pasal 64 KUHP dengan ancaman pidana penjara maksimal satu tahun.

Foto: Detik

[Dita Primera]