Play Streaming Now!!
hot news

Hari Anak di Korea Utara Dirayakan Dengan Cara Berbeda

Posted : Sabtu, 10 Juni 2017 09:18 /     /   no komentar

SoloposFM–Jika di negara lain hari anak dirayakan dengan liburan atau permainan yang menyenangkan, tapi tidak dengan Korea Utara. Di Pyongyang dan sekitarnya, pada hari anak, para bocah diajari keterampilan militer alias perang-perangan.

Mereka pura-pura jadi tentara, menenteng senapan, merangkak, melempar granat bohong-bohongan, dan melewati halang rintang — seakan musuh ada di depan mata.

Aktivitas militer untuk merayakan hari anak adalah ide sang Pemimpin Tertinggi, Kim Jong-un.

Seorang guru mengatakan, tujuannya adalah membangkitkan semangat anak-anak, sekaligus menanamkan sikap bela negara. Anak-anak itu, kata sang guru, juga harus dipersiapkan secara fisik dan mental untuk menghadapi musuh saat beranjak dewasa kelak.

Kegiatan tersebut sejalan dengan kebijakan Songun: bahwa militer adalah yang pertama dan utama.

Seorang murid bernama Myong Hyon-Jong mengaku bercita-cita jadi tentara. Ia yang suka pelajaran matematika bertekad melindungi sang pemimpin, Kim Jong-un.

“Kami harus mempersiapkan diri untuk mempertahankan negara,” ujar anak berusia 10 tahun tersebut.

Belajar Loyalitas

Dikutip dari Liputan6.com (10/6/2017), semua murid sekolah dasar Korea Utara secara otomatis tergabung dalam Korean Children’s Union. Mereka mengenakan seragam khusus, lengkap dengan syal merah yang menjadi lambang di setiap negara komunis.

Sejak belia mereka sudah diajarkan untuk setia pada pemerintah. Tak hanya latihan ala militer, otak anak-anak juga dijejali kisah-kisah heroik, prestasi dan pengabdian yang sudah dilakukan oleh para ‘pria hebat’ di Korut.

Para pria hebat itu merujuk pada nama pendiri Korea Utara yaitu Kim Il-sung dan penggantinya Kim Jong-il — kakek dan ayah Kim Jong-un.

Mereka juga diajarkan untuk menjunjung tinggi nilai ‘Juche’– ideologi Korea Utara yang berarti ‘kemandirian’.

Setelah acara selesai, para siswa akan menari membentuk sebuah formasi dan menyanyikan lagu We Have Nothing to Envy in the World — yang mengingatkan mereka untuk tidak iri pada negara lain.

Para siswa juga menyanyikan kidung pujian setinggi langit untuk Kim Jong-un.

“Kalian tidak boleh melupakan cinta dan pengabdian dari pemimpin bangsa Kim Jong-un,” ujar kepala sekolah di hadapan para murid dan orang tua.

“Belajarlah dengan keras sehingga bisa menjadi pria hebat di masa depan,” tambahnya.

[Dhi Ajeng Ayu Putri]