Play Streaming Now!!
hot news

Sisi Lain Kelompok Ekstremis Abu Sayyaf

Posted : Sabtu, 29 April 2017 14:14 /     /   no komentar

SoloposFM- Dunia telah digegerkan dengan adanya kelompok ekstremis Abu Sayyaf yang terkenal dengan kejahatan dan kekejaman yang telah dilakukannya. Seperti apa kelompok tersebut? Di bawah ini merupakan beberapa hal terkait dengan kelompok ekstrimis tersebut yang perlu kamu ketahui dikutip dari berbagai sumber. Silahkan disimak!

Dorongan Mendirikan Negara Islam

Abu Sayyaf, yang berarti Pembawa Pedang, didirikan sekitar 25 tahun yang lalu dan mewujudkan ambisi menciptakan negara Islam dengan hukum Syariah di Pulau Mindanao dan Sulu, Filipina selatan. Populasi Filipina sendiri terdiri dari lima persen Muslim dan 83 persen Katolik Roma. Namun sebagian besar warga Muslim terkonsentrasi di selatan negara itu.

Bagian Kelompok Teroris

Sebuah pengadilan di Filipina pada tahun 2015 menyatakan Abu Sayyaf sebagai organisasi teroris di bawah hukum anti-teror Filipina. Keputusan itu muncul setelah Abu Sayyaf bersumpah setia kepada kelompok teror Islamic State atau ISIS di Timur Tengah. Kanada justru lebih dulu memasukkan kelompok itu dalam daftar organisasi teroris pada tahun 2003. Amerika Serikat (AS) juga melakukan hal yang sama terhadap Abu Sayyaf.

Ikut Kejahatan Terorganisir

Meskipun kelompok ini mengklaim berjuang atas nama agama, Abu Sayyaf tak lebih sekelompok keluarga yang melakukan kejahatan terorganisasi yang kompoak dan kuat. Otoritas Kanada menyatakan bahwa Abu Sayyaf menggunakan terorisme untuk keuntungan.

Bunuh Sandera Barat di Waktu Silam

Abu Sayyaf menculik 21 orang, termasuk tiga warga AS di sebuah resor pada tahun 2000. Salah satu warga ASdipenggal, lainnya tewas ketika tentara turun tangan dan beberapa sandera lain terluka. Namun, pada tahun 2013 kelompok itu membebaskan warga Australia yang telah mereka sandera selama 15 bulan.

Berkomitmen Luncurkan Serangan Teror Besar

Abu Sayyaf mengebom sebuah kapal feri di dekat Manila pada 27 Februari 2004 dan menewaskan 116 orang. Kurang dari setahun kemudian, pada 14 Februari 2005, kelompok itu mengebom kota-kota di Manila, yakni General Santos dan Davao, yang menewaskan delapan orang dan melukai lebih dari 100 orang.

 

[Nabila Ikrima]