Play Streaming Now!!
hot news
jenang2

Kemenpar: Kuliner Jadi Andalan Promosi Pariwisata Indonesia

Posted : Senin, 3 April 2017 10:59 /     /   no komentar

SoloposFM– Indonesia terus mengoptimalkan kuliner Nusantara sebagai alat promosi pariwisata ke berbagai Negara. Fokus pasar sebagai upaya untuk menarik lebih banyak kunjungan wisatawan mancanegara ke Tanah Air.

Menurut Deputi Bidang Pemasaran Pariwisata Mancanegara Kementerian Pariwisata (Kemenpar), I Gede Pitana, dikutip dari Antaranews, kuliner efektif sebagai sarana promosi. Selain juga bahwa kuliner bisa menjadi pintu masuk yang bagus untuk pariwisata.

Pitana mengatakan bahwa untuk kepentingan promosi, pihaknya telah membentuk tim khusus yakni Tim Percepatan Kuliner Indonesia guna mendukung kuliner sebagai instrumen promosi pariwisata dengan lebih optimal. Kuliner Nusantara memiliki potensi yang sangat besar dan beragam hingga bisa dijadikan salah satu daya tarik wisman ke Tanah Air.

Sebagai salah satu upaya promosi tersebut, pihaknya menginisiasi pembukaan sejumlah restoran Indonesia di berbagai negara fokus pasar termasuk yang terbanyak di China dan beberapa di antaranya di Eropa seperti di Swiss. Di China, pihak Kemenpar menargetkan bisa membuka 10 restoran Indonesia tersebar di berbagai kantong-kantong wisman. Dua di antaranya sudah dibuka di Anhui dan terbaru di Hotel Peony Plaza Luoyang, Restoran Wonderful Indonesia Bali

Pihaknya melalui Tim Percepatan Kuliner telah melatih para chef di tempat-tempat yang akan segera dibuka restoran Indonesia untuk belajar mengolah menu ala Indonesia. Dengan begitu diharapkan masyarakat di luar negeri dapat terlebih dahulu mengenal cita rasa masakan nusantara kemudian tertarik untuk berkunjung ke Indonesia.

Menurut Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Sumatera Selatan, Irene Camilyn Sinaga, sekarang berkembang semacam fesyen food bahkan orang sudah membentuk komunitas sosialita kuliner. Oleh karena itu, optimalisasi kuliner sebagai alat promosi dinilainya akan sangat efektif mendatangkan lebih banyak wisman ke Indonesia yang tahun ini ditargetkan mencapai 15 juta orang.

[Nabila Ikrima]