Play Streaming Now!!
hot news

DINAMIKA 103 : Wisata Jeglongan Sewu

Posted : Jumat, 17 Februari 2017 14:32 /     /   no komentar

SoloposFM — Media sosial (medsos) kini jadi pilihan mudah masyarakat untuk menyampaikan aspirasinya. Dengan kecanggihan teknologi masa kini, mereka dengan mudah mengabadikan kejadian atau peristiwa menarik di sekitarnya.

Cara itu terbukti ampuh. Wisata Jeglongan Sewu yang dipopulerkan warga Sragen sukses mendapat perhatian. Sebutan wisata itu merupakan cara untuk menyindir banyaknya lubang atau dalam bahasa Jawa “Jeglongan” di Sapen Sragen.

Jeglongan sewu merupakan istilah yang diidentikkan dengan banyaknya jalan rusak, dan jalan berlubang di satu titik. Sejumlah meme dari masyarakat muncul karena jalan rusak di berbagai wilayah.

Menurut Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, fenomena jeglongan sewu adalah sindiran rakyat kepada pemerintah. Namun demikian, pemerintah, kata Ganjar, tidak tinggal diam dengan fenomena jalan rusak yang terjadi di hampir seluruh jalan.

Dalam acara Dinamika 103 banyak warga yang menanggapi persoalan jeglongan sewu ini. “Kalau ada korban meninggal kejeglong, siapa yang bisa dituntut?” ujar Nando, warga Makamhaji melalui pesan singkat kepada SoloposM.

Adapula Totok, warga Karanganyar tersebut mengatakan lewat pesan singkat “Di Tugu Boto Klodran, jalan baru 2 bulan ditambal, sekarang lubangnya malah semakin lebar. Bisa buat berkubang kerbau.”

Selain itu ada pula warga Sragen yang mengeluhkan adanya jeglongan sewu di daerahnya yaitu Candi, Gemolong yang tak kunjung ditambal padahal sudah bertahun-tahun. Seorang warga Solo, Ratno, juga mengirimkan keluhannya kepada SoloposFM “Jeglongan sewu juga ada di sebelah utara palang kereta Gilingan, kapan ditambal?”

“Akibat jalan raya banyak yang rusak, mengakibatkan mobil pribadi anggota DPR RI Dapil 5 mengalami pecah ban depan kiri. Dalam kejadian tersebut masih untung tidak terjadi lakalantas (kecelakaan lalu lintas). Belum lagi korban-korban lain yang tidak mengalami lakalantas karena jalan rusak. Maka, kepada pengguna fasum jalan raya hendaknya berhati-hati dalam berkendara, apalagi dalam kondisi hujan.” ujar Sriyatmo, salah seorang warga Pajang agar pengguna  jalan raya selalu waspada dan berhati-hati ketika berkendara.

Pembahasan diatas telah diudarakan dalam Dinamika 103 edisi Jum’at (17/02/2017) . Berbagai tema terhangat disajikan dan dibahas dalam Dinamika 103 yang tayang setiap Senin-Sabtu pukul 08.00-09.00 WIB di Solopos FM. Masyarakat dapat berpartisipasi melalui SMS/WA 081226103103 atau telpon 0271-739367/739389.

[Nicken Kharisma]